WORKSHOP WAYANG KERTAS DAN MURAL MEDIA KAPUR

Mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 yang mengambil mata kuliah menggambar dan sketsa 2 Program Studi DKV dan DPT yang tergabung dalam BEM menyelenggarakan Workshop Wayang Kertas dengan tema “Wayang Dalam Kreasi Imajinasi Visual” yang dirangkai dalam bentuk kegiatan :
1. Mewarnai Sketsa Wayang, ini merupakan ajang kompetisi pengetahuan dan
keterampilan dalam bidang mewarnai wayang dikalangan mahasiswa dengan tema “Warna Warni Wayangku.
2. Workshop Wayang kestas, dengan tema Refleksi Kearifan Lokal dalam Belenggu Modernnitas yang diisi oleh Salim.S.Sn.M.Sn. Diadakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2015 di Palur Plasza mulai pukul 08.00 -12.00 WIB. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perkem-bangan jaman dan globalisasi yang masuk ke Indonesia telah sedikit menggeser budaya bangsa sendiri yang seolah-olah tertekan dan tertelan arus globalisasi. Kebudayaan asli seperti wayang seolah-olah punah karena tidak dilestarikan keberadaannya. Padahal Wayang adalah salah satu seni budaya Indonesia yang paling popular di Indonesia dibandingkan dengan karya seni budaya lain. Kesenian wayang ini berkembang terus menerus dari masa ke masa yang dapat dijadikan sebagai media penerangan, dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat, hiburan dan bahkan kritik sosial. Dunia mengakui wayang sebagai master piece (master perdamaian) karya budaya bangsa Indonesia yang mendapat predikat “The Oral And Intangible World Heritage of Humanity oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui UNESCO.
Disini mencoba untuk membuat wayang dari kertas tetapi dengan bentuk dan karakter tidak seperti wayang purwa yang sangat rumit dalam pembuatannya. Disamping itu kegiatan lainnya yang dilaksanakan dalam waktu yang sama adalah mural dengan media kapur sebagai pewarnanya. Jadi tidak ada batasan tertentu yang membatasi pembuatan karya seni ini. Membuat mural tidak hanya dapat dibuat dengan material cat saja. Tetapi dapat mengaplikasikan mural dengan material lain, blackboard sehingga dapat menorehkan jiwa seni dan estetika para mahasiswa dengan media kapur, menggunkan teknik stensil yang mempermudah pelukisan di papan triplek. Dengan hal-hal diatas dapat menghasilkan tekstur yang lebih variatif dan tidak monoton.