KEGIATAN OSI 2017 ASDI SURAKARTA

OSPEK kini tak lagi melulu identik dengan perpeloncoan, namun bisa jadi momen menyenangkan yang tak terlupakan.

1. Pakaian dengan Pernak-pernik yang Tak Biasa
Sebelum hari pelaksanaan OSI tiba, para mahasiswa baru (maba) biasanya dikumpulkan oleh para senior untuk diberikan beragam pengarahan, salah satunya soal aturan pakaian yang harus mereka gunakan selama menjalani OSI. Tak hanya warna dan model seragam saja yang diatur, pernak-pernik yang ‘menghiasi’ pakaian mereka ditentukan oleh para senior. Seperti topi, kalung dan gelang hingga papan nama dari kardus bekas.Selama berada di lingkungan kampus, rentetan atribut tersebut tak boleh dilepas oleh para mahasiswa baru sampai dengan masa OSI berakhir.

2. Model Rambut Seragam
Belum cukup dengan pernak-pernik tak biasa yang melekat di pakaian, kakak-kakak senior juga tak jarang menugaskan para mahasiswa baru untuk menyeramkan potongan rambut mereka. Yang laki-laki, biasanya akan disuruh memangkas rambutnya dengan potongan bergaya tentara, bahkan ada juga senior yang disuruh memangkas habis rambut mereka alias botak. Dan untuk wanita, potongan pendek di atas bahu atau bob atau mengikat rambut kecil-kecil sebanyak angka tanggal lahir, biasanya menjadi andalan. Untuk mahasiswi yang berhijab, panitia OSI biasanya meminta mereka menghiasi kerudung yang dipakai dengan beragam pita warna-warni, yang ditempelkan dengan peniti.

3. Makan Bersama Penuh Aturan
OSI biasanya berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Saat jam makan siang tiba, tak jarang para senior menyuruh peserta OSI untuk makan siang bersama dengan alasan mempererat keakraban. Namun, momen makan siang akrab itu tak lantas bebas dari beberapa aturan yang dibuat para senior. Seperti waktu makan yang dibatasi (hanya lima menit), duduk bersila dan tegak saat memasukan makanan ke mulut, tak boleh bersuara, dan tak boleh ada makanan yang tersisa.

4. Main Bermacam-macam Games
Meski peraturan soal seragam hingga waktu makan yang super singkat identik dengan kesan perpeloncoan, kegiatan OSI ternyata tak melulu menyebalkan. Di sela-sela kegiatan, panitia OSI biasanya mengajak para mahasiswa baru bermain beragam games yang kreatif dan seru. Ada games yang bertujuan untuk melatih konsentrasi dan kerjasama tim, ada juga games yang dimainkan untuk sekedar penghilang rasa kantuk.

5. Berkenalan dengan para Dosen dan Beragam UKM
Tak jarang orang menganggap kegiatan OSI hanya membuang-buang waktu, tenaga, serta materi. Kesan itu tak sepenuhnya benar. Selama mengikuti OSI, para mahasiswa baru juga akan diberikan kesempatan untuk berkenalan dengan beberapa dosen yang nantinya akan mengajar mereka di masa perkuliahan. Mengetahui karakter para dosen lengkap dengan gambaran sekilas soal mata perkuliahan yang akan mereka ajarkan, tentunya akan sangat bermanfaat untuk meminimalisir kecemasan yang dirasakan para mahasiswa baru jelang hari-hari pertama perkuliahan.Tak hanya berkenalan dengan dosen, para mahasiswa baru juga akan diperkenalkan dengan beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Beragam UKM tersebut sangat bermanfaat untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka.

7. Malam Keakraban
Hari terakhir masa OSI adalah waktu yang sangat dinanti-nanti para mahasiswa baru. Tak hanya lega karena beragam keletihan selama OSI akhirnya usai, namun karena penutupan OSI disertai dengan perayaan atau seremonial yang menyenangkan, seperti acara malam keakraban misalnya.Dalam acara yang biasanya dilangsungkan pada akhir pekan ini, tak ada lagi aturan soal seragam apalagi model rambut yang diharuskan. Semua mahasiswa baru bisa bebas berkespresi menjadi diri sendiri di malam itu. Kesan senioritas yang melekat selama masa OSI, mulai memudar dan hilang di malam keakraban.